Kamis, 29 Desember 2011

10 Ciri Pria Play Boy

Cara Menarik Perhatian Pria dalam 10 detik

Cara Sederhana Ungkapkan Cinta

"CINTA" adalah 5 huruf yang paling sulit diucapkan oleh pria maupun wanita yang sedang jatuh cinta. Namun untuk menyatakan cinta tidak harus diucapkan dengan kata-kata. Ini adalah resep "Cara Sederhana Ungkapakan Cinta"

Tiga Daya Pikat Pria Buat Wanita

Bagi pria yang kurang percaya diri dihadapan wanita ada baiknya menengok tips ini :
"Tiga Daya Pikat Pria Buat Wanita"

Jumat, 16 September 2011

KARNAVAL DESA SUMBEREJO SPEKTAKULER




Dalam rangka memeriahkan HUT Proklamasi RI ke 66 tahun 2011 Desa Sumberejo, Kec. Pabelan mengadakan karnaval yang sangat meriah. Kemeriahan karnaval ditandai dengan antusias warga desa untuk berperan serta sebagai peserta karnaval. Hampir semua dusun di desa Sumberejo, seperti krajan lor, krajan kidul, Gondangsari, Ngasinan, dsb. mengirimkan satu bahkan lebih kontingen karnaval. Masing-masing dusun tampil sesuai dengan tema yang sudah ditentukan oleh Panitia desa. Selain dari warga desa Sumberejo karnaval tahun ini juga dikuti oleh utusan khusus dari desa lain, seperti Tukang, Kauman Suruh, dsb.
Keterlibatan remaja desa Sumberejo patut diapresiasi. Secara swadaya dan swadana mereka secara intensif melakukan latihan pentas sebagai persiapan karnaval. Kontingen remaja mayoritas menampilkan atraksi drum band ( drum gentong )yang dikemas secara kreatif dan dinamis. Sukses untuk pemuda pemudi Sumberejo.

Jumat, 08 April 2011

SUKSESKAN TOT IT !

Kadang kesempatan tidak datang dua kali. Jadi, ikuti dan manfaatkan kesempatan pelatihan TOT bidang IT secara maksimal. jangan malu bertanya tentang segala hal yang berkaitan dengan Teknologi Informasi. Seperti : cara menginstal Linux, cara menginstal windows, merakit hardware, dll. Selepas pelatihan harus ada "oleh-oleh" yang dapat dimanfaatkan dan dibagi-bagikan kepada teman-teman satu LSD. Jangan sampai kita pulang hanya sekedar membawa kenangan hura-hura kumpul dengan teman-teman. Tetapi ada ilmu yang dapat kita terapkan secara nyata. terima kasih atas partisipasi teman-teman LSD. Semoga sukses, Selamat Bekerja ! ( agus.3108 )

Senin, 09 Agustus 2010

Menulis Itu Mudah

Menulis itu mudah, setidaknya itulah pernyataan dari Bapak Raymond Toruan wartawan senior Kompas.
Menulis merupakan sebuah keterampilan menuangkan ide-ide di dalam pikiran ke dalam kata-kata sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Kata-kata disusun menjadi kalimat yang bermakna. Pola kalimat harus sederhana. Artinya, siapa pun yang membaca kalimat tersebut paham maksudnya. Kalimat yang disusun harus berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta sesuai dengan EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan ). Kalimat yang ditulis diusahakan berpola SPOK ( Subyek, Predikat, Obyek, Keterangan ). Tidak terlalu banyak keterangan yang bertele-tele. Jika terlalu panjang maka makna kalimat menjadi semakin tidak jelas. Akibatnya pesan yang disampaikan lewat tulisan tersebut menjadi kabur.
Contoh :
Saya yang dilahirkan dari keluarga sederhana dan dibesarkan dengan susah payah ini sekarang sedang makan. Kalimat tersebut terlalu panjang dan membingungkan. Seharusnya kalimat tersebut dapat ditulis lebih pendek lagi. Yaitu : Saya sedang makan.
Prakteknya, masih banyak bentuk kalimat seperti contoh di atas.
Kumpulan kalimat menjadi sebuah paragraf. Dan kumpulan paragraf menjadi sebuah tulisan. Antara paragraf satu dengan paragraf yang lain saling berhubungan. Sehingga butuh suatu keterampilan penggunaan kata hubung agar tulisan nyambung dan enak dibaca.
Tulisan dapat berbentuk artikel, laporan, skripsi, berita, dan sebagainya.
Dengan judul yang menarik dan isi tulisan yang mudah dipahami, maka otomatis tulisan kita menjadi berbobot.
Untuk mewujudkan tulisan kita, mari kita duduk di depan komputer/laptop/notebook dan tulis sekarang juga gagasan-gasan kita. Mudah kan ? Selamat menulis !

Selasa, 03 Agustus 2010

BLOG ASPIRASI

Wakil-wakil rakyat kita yang duduk sebagai anggota DPR lagi getol dengan proyek aspirasi. Setelah adanya "dana aspirasi" sekarang baru diluncurkan "rumah aspirasi" yang mana semuanya membutuhkan anggaran negara yang amat banyak buat ukuran "kambing hitam aspirasi" yaitu rakyat jelata. Siapa saja sih rakyat Indonesia yang paham betul dengan sifat dan watak para wakilnya di DPR, sepak terjangnya bagaimana, apa saja kerjanya di sana ( selain mbolos rapat dan ngantuk dengar pendapat ), bagaimana cara menyalurkan aspirasinya agar sampai ke telinga para wakil rakyat ?
Rakyat tidak butuh mekanisme dan birokrasi penyampaian aspirasi yang rumit dan njlimet. Mereka lebih tertarik dengan kebutuhan nyata tentang bagaimana mendapatkan uang buat makan hari ini dan besok pagi. Rakyat jelata itu orangnya sederhana dan tidak neko-neko, kecuali jika mereka merasa kebutuhan dasarnya terusik, misal : penggusuran rumah tinggal, PHK, bencana alam, rumah tinggal yang dibakar eh..terbakar karena ledakan tabung gas LPG 3 kg, dll. Barulah mereka teriak-teriak, menjerit-jerit histeris, bukan meneriakkan idealisme mereka tentang demokrasi di republik ini, tetapi karena mereka merasa kehilangan orang yang dicintainya, kehilangan harta bendanya, kehilangan masa depannya...
Kalau sudah begini para wakil rakyat di DPR harus peka donk. Tidak perlu menunggu "rumah aspirasi" untuk menolong mereka. Tidak perlu menunggu rakyat menyerahkan proposal bantuan. Harusnya wakil rakyat lebih cerdas bagaimana cara menolong rakyat yang terjepit dengan cepat, tepat dan murah. Harusnya jemput bola.
Sesungguhnya aspirasi rakyat itu sudah sangat banyak. Lihat saja berita di TV, koran, demonstran di jalan raya itu semua kan juga sumber aspirasi. Yang penting bagaimana menindak lanjuti aspirasi itu dengan bijak.
Dari pada banyak anggaran negara terbuang percuma ( kecuali yang terbuang di kantong pribadi ) buat proyek aspirasi yang belum tentu efektif bagi masyarakat kita, maka lebih baik kita selesaikan dulu kasus-kasus / masalah-masalah yang ada di masyarakat kita dengan sisa-sisa ( koretan ) anggaran proyek sulap.
Ingat para wakil rakyatku, kalian dipilih...bukan dilotre !

Senin, 02 Agustus 2010

SEANDAINYA...

Semua orang boleh bermimpi, karena bermimpi bukan pelanggaran hukum, bukan pelanggaran HAM dan belum difatwakan haram oleh MUI.
Mumpung bermimpi itu gratis, mari kita bermimpi, berfikir tentang apa saja yang penting happy. Beberapa hal yang mungkin ( karena belum terbukti kebenarannya secara ilmiah ) belum ada, dan mungkin untuk diadakan antara lain :
1. Menjadikan Indonesia sebagai negara super power. Alasan pendukung : Indonesia negara besar dengan wilayah luas, jumlah penduduk besar, kekayaan alam melimpah. Jika seluruh masyarakat Indonesia pandai, kritis, patriotik, bermoral tinggi dan seluruh hasil kekayaan alam ( hasil laut, hasil minyak, hasil tambang, hasil hutan, hasil pajak ) betul-betul digunakan untuk kemakmuran rakyat, mungkinkah Indonesia menjadi negara Super Power ?! kenapa tidak !
2. Menciptakan angkatan bersenjata Indonesia yang kuat, besar dan disegani. Alasan pendukung : masyarakat Indonesia hobi tawuran, sepak bola pakai tawuran, pelajar dan mahasiswa tawuran, massa pendukung partai tawuran, polisi dan TNI tawuran, antar suku tawuran, sesama umat beragama tawuran, sesama anggota DPR tawuran, dsb. Seandainya semua masyarakat bersatu tentu energi gabungannya luar biasa !
3. Menciptakan Indonesia sebagai negara yang swasembada beras sekaligus pengeksport beras nomor satu di dunia. Alasan pendukung : Indonesia negara agraris ( kata buku sejarah ), sebagian besar masyarakat Indonesia adalah petani, tanah luas nan subur, air melimpah ( sering kali banjir ), makanan pokok adalah beras ( nasi ), kenapa kok beras harus impor ? Malu-maluin aja ! Kalau makanan pokok kita gandum atau roti itu patut dan sah saja jika beras impor. Makanan pokok kok diimpor dari negara lain, agak aneh saja lah. Seandainya tanah subur nan luas tidak dijual/dibeli untuk real estate, untuk pabrik textil, untuk mall, dll, tetapi tetap digunakan sebagai lahan pertanian tentu keadaannya lain sekarang. Kenapa ya, mahasiswa lulusan fakultas pertanian kok kerjanya di bank, di pabrik kain, di super market ? kok tidak ada yang kerjanya sebagai petani sawah / ladang di desa ? gengsi barang kali ya ?
Seandainya seluruh lahan yang potensial, dipinggir kota, di desa, di lereng gunung, di rawa-rawa, lahan nganggur di luar jawa dimaksimalkan sebagai lahan pertanian, petani penggarap dan pengelola merupakan sarjana-sarjana pertanian lulusan IPB, UKSW dsb, tentu luar biasa hasil bumi kita.
4. Seandainya para wakil rakyat kita di DPR adalah orang-orang yang terpilih atas dasar kejujurannya, kecerdasannya, kepandaiannya, idealismenya, kepeduliannya pada rakyat ( bukan pada partainya saja). Tentu sekarang tidak ada aspirasi rakyat yang terkatung-katung dan janji yang digantung. Tidak ada anggota DPR yang mengejar uang setoran untuk menutup beaya "operasional" saat kampanye pemilu legislatif dulu.
5. Seandainya semua BUMN, perusahaan, pejabat, pegawai, pedagang, petani setor pajak sesuai dengan ketentuan dan disetorkan ke negara tanpa kebocoran. Dan menggunakan uang hasil pajak tersebut untuk kemakmuran rakyat, membangun sekolah gratis, rumah sakit gratis, taman rekreasi gratis dan susu sapi gratis bagi setiap anak Indonesia satu gelas setiap pagi (bersambung...)